07 April 2010

tifa raksasa (postingan ke-28)

Nah.. Kalau ini, nama resminya adalah Tugu Tifa Wisata. Tifa adalahalat musik pukul asli dari Papua.. fungsinya ya mirip2 gendang...

Tugu ini dibangun oleh rombongan KKN STIE YAPIS.. YAPIS adalah salah satu lembaga pendidikan perintis yang sudah lama eksis di Papua.. hingga saat ini mempunyai Universitas sendiri.. Luar biasa.. Kapan2 ngajar di sana aah.. :p

Tinggi tugu ini kira-kira 2 kali ukuran tubuh orang dewasa... berbeda dengan tugu helikopter, tugu tifa raksasa ini cukup banyak dikunjungi warga karena posisinya yang cukup strategis dan ada tempat2 duduknya dengan view langsung keindahan Danau Sentani...

Letaknya ya di tepi Danau Sentani.. Kalau dari Bandara Sentani sekitar 9 km... gak jauh lah dengan tugu helikopter..





tugu helikopter (postingan ke-27)

entah apa nama resmi dari tugu ini.. tidak ada tulisan pada gerbangnya...
yang pasti tugu ini terdiri dari baling2 asli sebuah helikopter dan patung beberapa prajurit...
jikalau membaca tulisan yang terpahat pada dasar tugu ini, yang bisa saya tangkap adalah kemungkinan pernah terjadi kecelakaan helikopter di daerah sekitar tugu ini... dan cukup banyak prajurit yang gugur.. :(

Tugu ini terletak di KM 8 dari Bandara Sentani menuju Kota Jayapura..
Tidak terawat.. Sudah banyak bagian yang rusak...
saya yakin sebagian besar warga tidak 'ngeh' dengan keberadaan tugu ini...
padahal view dari tugu ini lumayan indah.. karena terletak di sisi danau Sentani.. :)

Btw, ini tulisan dari tugu-nya.. Silakan disimpulkan sendiri kira2 apa tujuan dibangunnya tugu ini.. :)


MEREKA TELAH PERGI
UNTUK TIDAK KEMBALI
NAMUN BUKTI BHAKTI
TETAP ABADI
DIPERSEMBAHKAN KEPADA
MEREKA YANG GUGUR
DALAM MEMPERTAHANKAN
KEUTUHAN NEGARA PANCASILA
DAN MASYARAKAT YANG MEMBERIKAN PERTOLONGAN

SENTANI, 17 MEI 1980
LAKSUSDA-IRJA

ttd

C.I.SANTOSA
BRIGADIR JENDERAL TNI




Pantai Tablanusu (postingan ke-26)

Pantai Tablanusu masih masuk wlayah entitas Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua..
Dari Jayapura, kita mengarah ke Sentani, teruuuusss sampai membelah pegunungan Cyclops..
Melewati makam Pahlawan Nasional Marthen Indey.. terus...
Pantai ini masih satu lokasi (cukup dekat) dengan pantai Amay dan pelabuhan apabila ingin menyeberang ke Harlem...










Pantai Pasir Dua (edited) -postingan ke 25-

Pantai Pasir Dua masih berada dalam lingkup wilayah Kota Jayapura... Pertama kali menjejakkan kaki di sini dijamin kita akan takjub dan sungguh tidak menyangka bahwa terdapat tempat yang sangat indah tidak jauh dari kita bermukim... perjalanan pun tidak sampai setengah jam dari kantor!!!

Pantai Pasir Dua juga biasa disebut Pantai BLK.. Karena jika ingin mencapainya, kita melewati komplek Balai Latihan Kerja Provinsi Papua.. Ya.. Pantai ini terletak di bagian belakang komplek BLK.. dari daerah belakang BLK tersebut pun kita masih harus menuruni tangga batu yang cukup terjal...

Memasuki Pantai Pasir Dua kita akan dipungut uang masuk sebesar Rp 5.000,-/orang atau jika kita membawa rombongan besar cukup membayar Rp 100.000,-/rombongan.

Di sana pengunjung biasa berenang, bakar ikan.. berjemur... sampai snorkling melihat ikan2 kecil di selipan terumbu karang..hmmm... lumayan untuk menghibur kejenuhan bekerja... :)











21 Januari 2010

Nyolek-nyolek Borobudur (postingan ke-24)

KENANGAN MAKASSAR (Benteng Fort Rotterdam & Pantai Losari) -postingan XXIII-









KENANGAN MAKASSAR (Pelabuhan Makassar, Pelabuhan Paotere dan Pantai Akkarena) -postingan XXII-

Oke.. Kita mulai dari Pelabuhan Makassar... Pelabuhan ini terletak di Kota Makassar (pernyataan bodoh)... waktu itu saya masuk ke pelabuhan ini dalam rangka mengantar salah seorang rekan diklat. Rekan diklat saya ini ingin bertemu sahabatnya yang kebetulan kapalnya sedang transit di Pelabuhan Makassar.. Saya pun berminta mengantar, dan akhirnya peserta membludak menjadi 5 orang (diikuti 3 orang perempuan narsis.....)




Berikutnya adalah Pelabuhan Paotere.. fyi, di Makassar tuh ada 4 pelabuhan besar.. pelabuhan paotere yang khusus kapal Phinisi.. Pelabuhan Makassar yang khusus kapal penumpang.. sisanya adalah pelabuhan militer milik AL dan pelabuhan kargo...








Oke.. sekarang ke tempat lainnya.. yaitu: jreng.. jreng.. jreng…
PANTAI AKKARENA

Pantai ini sungguh nyaman untuk disinggahi ketika hari telah redup (sore hari)… Untuk menikmati menghilangnya matahari di ufuk timur… eh… barat maksudnya… hehe…


Bagaimana cara menuju ke sana? Pertama-tama, belilah mobil atau motor pribadi plat DD karena nampaknya tidak ada pete2 yang jalurnya melewati TKP.. namun jikalau kalian memang sangat berhasrat, mungkin bisa carter pete2 atau naik taksi saja… Lokasinya tepat di depan Mall GTC, daerah Tanjung Bunga… Kalo dari Pantai Losari mah masih agak jauh...


Nah, apa saja yang bisa dinikmati dari pantai ini..?
Yang pasti dengan tiket masuk hanya Rp 10.000,- kamu bisa menikmati wahana ini sampai dengan jam 10 malam kalau berani.. hehe..
Pantainya berpasir bersih.. masih cukup ‘virgin’.. Tuhan.. berikan aku hidup.. Loh.. malah nyanyi…

Dari pantai ini, matahari yang sinarnya perlahan menghilang terasa sangat syahdu untuk dihirup sambil melupakan beban2 kepedihan hidup dan merenungi masa depan yang cerah… ciyeee… bahasanya…
Selain itu, yaaa.. standar pantai lah… kalian bisa berkejar-kejaran di pantai ala film India.. atau menuliskan nama di pasir menunggu dihapus ombak.. serta foto2 untuk kenangan tak terlupakan…


Saran: berangkat jam 3-an atau ba’da ashar… bawa cemilan… cari pasangan... pulang dari sana mampir konro bakar karebosi.. dan sampai asrama sebelum apel malam… selamat menikmati....



12 Januari 2010

CERITA DARI TORAJA (postingan ke-21)

Ada yang bilang: "banyak orang bisa datang ke Makassar.. Tapi hanya orang-orang pilihan yang bisa sampai ke Toraja.."

Nah..!!! Alhamdulillah... atas berkat rahmat Allah yang maha kuasa.. dan dengan didorong oleh keinginan luhur... supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas... akhirnya sesosok makhluk hina yang ganteng ini dapat menginjakkan kaki di Tana Toraja pada tanggal 28 hingga 29 Desember 2009... hihi...

Tujuan awalnya sebenernya ingin mengunjungi seseorang di kota Makassar yang penuh kenangan... namun... sesuai garis takdir Allah SWT... perjalanan Jayapura-Makassar berlanjut ke Jakarta.. balik lagi ke makassar.. trus ke toraja.. trus ke makassar lagi.. trus balik deh ke Jayapura... horeee!!!!!

Makassar-Toraja bisa ditempuh dengan mobil pribadi selama 8-9 jam.. wuih.. lama banget dah... dari Makassar kita akan melewati kabupaten Maros, Pangkep, Barru, Pare-Pare, Pinrang, dan Enrekang.... banyak kan tuh...
Tujuan utama saya ke Toraja adalah untuk menghadiri pesta pernikahan salah seorang senior di kantor... dan setelah menghadiri pernikahan tersebut, saya menginap di rumah seorang Bapak yang baik hati rekan satu kantor juga di Papua... (Terima kasih Pak Marthen!!!)
rumahnya tuh tradisional... bisa dilihat dari foto di bawah ini.. hihi...




Keren kan rumahnya..? hehe... namanya TONGKONAN... tong konan nyaring bunyinya.. halah...

Besoknya petualangan ke toraja dilanjutkan untuk mengunjungi objek wisata 'LONDA'... salah satu tempat penyimpanan jenazah khas toraja yang sudah eksis sejak dahulu...
di tempat ini sudah biasa kita menemukan tengkorak2.. peti jenazah... dan hal2 yang menyeramkan lainnya.. hoho...










Pulang dari Londa, saya pun sempat melihat 'Adu Kerbau'.. semacam hiburan dalam rangkaian pesta pemakaman seorang tokoh... namun prosesi tersebut tidak saya foto.. hihi... saya justru foto Seekor 'Kebo Bule' yang bagus banget lagi di mandiin...







Intinya.. Alhamdulillah saya sudah pernah ke Toraja.. di saat orang2 yang sangat berniat ke sana justru belum sampai ke sana.... cihuy dah....