25 Oktober 2009

Jalasveva Jaya Mahe


dalam kunjungan bersejarah di Surabaya awal September 2009 yang lalu, Alhamdulillah para gatekeepers berhasil mengantarkan saya ke monumen yang terletak dalam kompleks militer terbatas dengan lapisan penjaga dan gerbang yang seperti kue bolu.. hmmh... saya semakin buruk dalam mencari pengandaian...

anyway, intinya kami sampai juga.. dan seperti biasa, saya selalu berjingkat-jingkat bahagia apabila mengunjungi tempat-tempat menarik, terutama yang berunsur sejarah.. cihuyyy...!!!



Karena terletak di dalam komplek militer AL, maka tidaklah heran bila di tempat ini saya bisa melihat banyak hal terkait kelautan.. ada pemandangan laut utara Surabaya... ada pula pemandangan jembatan Suramadu yang membentang menyeberangi selat madura.. lalu ada pul belasan kapal perang Indonesia yang mungkin karena adanya fasilitas2 perang negara inilah maka tempat ini menjadi kawasan yang terbatas...




hmmmhhhh..... kangen surabaya........ teringat kenangan indah di kota itu... bersama yang kusayang... (tiba-tiba jadi merenung.....)

Museum Bank Mandiri

Dari awal harus saya jelaskan bahwa jika ada gambar saya bersama perempuan pada postingan ini, dia bukanlah pacar saya.. hanya teman biasa... kami sudah memilih jalan masing2.. halah...

saya mengunjungi museum ini tanpa rencana... saat itu saya bersama dua teman kantor, Widya dan Anton, iseng berkunjung ke glodok untuk mencari Video Switcher untuk establishment TV Studio di Kidzania.. (apa tuh Kidzania..? kapan2 saya jelaskan yaaa...) selain mencari benda tersebut, kami pun memang berniat membeli DVD-DVD produk dalam negeri (baca: bajakan) yang terkenal lengkap dan murah... saya membeli koleksi serial Friends di sana.. juga 'film-film' lainnya... hoho..

pulang dari glodok, hari masih cukup siang.. kami pun memutuskan untuk meneruskan perjalanan ke arah Kota naik Trans Jakarta.. turun di halte busway terakhir.. lalu menyeberang.. sampailah kita di Museum Bank Mandiri... horeeee!!!!!! cihuyyy!!!!(saya selalu berbahagia mengunjungi museum..)

di depan museum kami telah disambut patung yang mengenakan seragam tenaga keamanan Bank di masa lalu.. huhu.. lalu kami mencari loket penjualan tiket masuk dan akhirnya mengetahui bahwa pelajar dan mahasiswa GRATIS..!! Alhamdulillah.. KTM saya berlaku sampai 2009.. hehe... padahal lulus kuliah udah dari kapan tau.. tetep aja pengennya gratisan..

Gedung Museum Bank Mandiri aslinya tuh gedung tua bekas kantor dagang Belanda.. lalu dinasionalisasi jadi Bank Exim.. lalu bank exim pun bergabung dengan bank lainnya jadi Bank Mandiri.. sekarang gedung ini hanyalah aset bank mandiri untuk dijadikan museum.. sudah tidak ada aktivitas perbankan di gedung ini..

saat ini di dalamnya memamerkan peralatan2 yang biasa dipakai oleh para pegawai dunia perbankan sejak zaman penjajahan dahulu sampai dengan masa kini... mulai dari brankas, mesin pencetak uang, buku laporan keuangan yang sangat besar (mungkin karena itulah di dunia akuntansi kita mengenal istilah 'buku besar'), ada pula jenis2 uang yang pernah beredar di Indonesia, hingga beberapa mesin ATM pun dipamerkan.. lumayan lengkap...

selain itu semua sudut di luar maupun di dalam gedung ini benar-benar menggambarkan keunikan bangunan2 tua warisan kolonial.. tempat yang sangat saya rekomendasikan bagi anda2 yang berjiwa narsis... ada ruangan penyimpanan uang di bawah tanah yang temboknya tebal sampai tiga meter bagaikan benteng.. ada sepeda onthel.. hehe.. bahkan WC-nya pun tetap layak jadi background foto..!! Bagusss....!!!!

Masjid Kubah Emas



saya pernah beberapa kali ke Masjid Kubah Emas yang terletak di daerah Limo, Depok... Jangan dibayangkan bahwa masjid ini letaknya dekat dengan kampus UI Depok.. Cukup jauh..!!! Patokannya dari rumah saya saja ya.. hehe.. dari Pondok Labu, bisa naik angkot KAB warna biru 102 jurusan limo.. bilang aja ke supirnya 'mau ke kubah emas, bang!!'.. kalo supirnya gak tau, berarti dia masih baru jadi supir trayek tersebut.. atau anda naik angkot yang salah.. huhu..

Masjid ini aslinya bernama Masjid Dian Al Mahri, merujuk pada nama seorang perempuan pendirinya yang bernama sama dan konon sangatlah kaya luar biasa.. Pertama kali saya mampir ke Masjid tersebut pada akhir 2006 bersama Ayah tercinta setelah mengantar ibu ke suatu tempat di daerah Parung.. waktu itu masjidnya masih baru.. megah.. namun pohonnya masih kecil-kecil.. jadi terbayanglah panasnya daerah tersebut ketika siang hari.. (saya datang ketika waktu solat magrib)... dan ternyata benar... saat mengunjungi lagi masjid tersebut pada tahun 2007 untuk mengantar teman saya yang kuliah di pedalaman Jawa, cuaca sangat hangat!! (baca: puannass!!).. kita bisa saja membuat telur ceplok di atas kap mobil saking panasnya.. saat itu kami solat jumat di sana... dan mobil boleh masuk ke sana... horeee... (biasanya mobil tidak boleh masuk ke dalam komplek masjidnya..)

btw.. Salah satu kekurangan dalam postingan ini adalah tidak ada foto saya..!!! huh..!! saat itu saya sibuk menjadi juru foto bagi dua orang teman saya yang baru pertama kali mengunjungi masjid ini.. hiks... saat ini sudah cukup lama saya tidak ke sana.. namun dengar2 masjid ini selalu ramai.. membuat jalan sekitarnya macet.. saya sarankan anda untuk berkunjung saat waktu2 solat tertentu, yaitu solat tahajud dan solat subuh.. hehe... Depok gitu loohhhh... Macet..!!!

22 Oktober 2009

Ceria di Bantimurung

Di Sulawesi Selatan terdapat sebuah objek wisata yang selalu ramai dikunjungi wisatawan domestik ketika musim liburan tiba...
Objek wisata tersebut adalah BANTIMURUNG....

Bantimurung merupakan sebuah komplek wisata yang menawarkan banyak fasilitas hiburan, mulai dari air terjun, kolam renang, tempat pembakaran ikan.. arung jeram sederhana, museum kupu-kupu, danau kecil, hingga gua stalagmit/tit (??).. Lokasinya di daerah Maros.. Sekitar satu jam perjalanan dari Makassar..
Memasuki gerbang komplek, kita akan disambut dengan lambaian tangan dari patung seekor kera jantan yang sangat besar!! seolah mengajak kita untuk bercengkrama dengannya.. halah.. bahasanya mulai lebay..

selain patung kera sakti tersebut, sebenarnya masih ada juga monumen kupu-kupu... sekedar pemberitahuan, Bantimurung sudah terkenal dengan habitat kupu-kupu-nya yang cantik... oleh karena itulah didirikan monumen kupu-kupu.. adapun tentang kera besar, awalnya saya juga bingung maksudnya apa.. namun ketika sudah memasuki area wisata, saya melihat dua ekor kera yang sedang bermain di atas pohon seberang tebing sungai bagian atas air terjun..!!! wow... jadi, di bantimurung pun ada juga monyet2 yang masih bebas di alam...

nah.. sekarang kita lihat air terjunnya... pendek.. tidak terlalu tinggi.. tapi air yang mengucur sangatlah deras.. di bawah air terjun kita bisa bermain perosotan air dengan ban-ban yang disewakan di lokasi dengan harga terjangkau.. sensasinya mirip-mirip rafting.. bedanya, di sini kita tanpa pelampung.. apalagi pelindung kepala.. jadi.. risiko ditanggung sendiri.. hehe.. sekalian nguji adrenalin lah.. seru kok..!!!

namun andaikan kita tidak terlalu tertarik untuk bermain air, kita bisa naik ke sisi atas air terjun untuk berjalan kaki menuju gua.. jaraknya lumayan lah.. siapkan saja tenaga dan uang yang cukup.. ada lumayan banyak pedagang kaki lima di sepanjang jalan menuju gua.. pemandangannya pun cukup indah.. apalagi jika dilalui berdua dengan pasangan masing-masing sambil bergandengan tangan.. hmmmhh...

sampai di mulut goa, kita bisa melihat tampilan danau yang cukup indah.. namun kita dilarang keras berenang di danau tersebut.. apalagi sampai membangun rumah.. tidak boleh..!! bahaya..!! hehe.. okeh... kita masuk ke gua...

Untuk memasuki goa, kita diharuskan membawa senter atau petromaks.. jangan khawatir jikalau lupa membawa.. ada yang menyewakannya kok.. atau pakai saja lensa handphone canggih anda.. dengan risiko kepala terantuk batu dikarenakan gelap... Lalu.. ada apa saja di dalam goa..? hoho.. lihat saja sendiri... hihihihihihi..

sekedar saran.. jikalau kita hendak berkunjung ke Bantimurung, lebih baik jangan ketika hari libur nasional... karena ramai sekali bagaikan cendol.. datang saja ketika hari kerja dengan bolos atau cuti kerja.. Jangan lupa bawa uang saku lebih untuk membeli souvenir yang banyak dijual di sana.. mulai dari pakaian, hingga kupu-kupu yang diawetkan... selamat berwisata...!!!

29 September 2009

Jembatan Ampera, Palembang..




Jembatan Ampera..

Palembang adalah kota di mana ibu saya pernah bermukim selama remaja...

Sebagai anaknya, terus terang saya baru satu kali ke Palembang... hihi.. jadi malu... karena memang kampung ibu saya bukan di Palembangnya, tapi di daerah Ranau, Kabupaten Ogan Komering Ulu.. (kapan2 saya akan posting deh tentang Ranau..)

Di Palembang ada Jembatan Ampera yang terletak di atas Sungai Musi.. Saya pun baru satu kali ke sana.. semasa anak2... huahahahahahaha...


Oke.. Berikut fakta-fakta yang gw tau mengenai Jembatan Ampera:

1. Jembatan ini tadinya dinamakan Jembatan Bung Karno!! Sebagai bentuk penghargaan karena Bung Karno secara sungguh-sungguh memperjuangkan keinginan warga Palembang, untuk memiliki sebuah jembatan di atas Sungai Musi

2. Pembangunan jembatan ini dimulai pada tanggal 16 September 1960 dan baru diresmikan tahun 1965

3. Jembatan ini memiliki panjang 1.177 meter dengan lebar 22 meter. Pada saat itu, jembatan ini adalah jembatan terpanjang di Asia tenggara!!

4. Setelah terjadi pergolakan politik pada tahun 1966, ketika gerakan anti-Soekarno sangat kuat, nama jembatan itu pun diubah menjadi Jembatan Ampera (Amanat Penderitaan Rakyat).

5. Pada awalnya, bagian tengah badan jembatan ini bisa diangkat ke atas agar tiang kapal yang lewat dibawahnya tidak tersangkut badan jembatan. Bagian tengah jembatan dapat diangkat dengan peralatan mekanis, dua bandul pemberat masing-masing sekitar 500 ton di dua menaranya. Kecepatan pengangkatannya sekitar 10 meter per menit dengan total waktu yang diperlukan untuk mengangkat penuh jembatan selama 30 menit. Pada saat bagian tengah jembatan diangkat, kapal dengan ukuran lebar 60 meter dan dengan tinggi maksimum 44,50 meter, bisa lewat mengarungi Sungai Musi. Bila bagian tengah jembatan ini tidak diangkat, tinggi kapal maksimum yang bisa lewat di bawah Jembatan Ampera hanya sembilan meter dari permukaan air sungai.


6. Sejak tahun 1970, aktivitas turun naik bagian tengah jembatan ini sudah tidak dilakukan lagi. Alasannya, waktu yang digunakan untuk mengangkat jembatan ini dianggap mengganggu arus lalu lintas di atasnya.

7. Pada tahun 1990, kedua bandul pemberat di menara jembatan ini diturunkan untuk menghindari jatuhnya kedua beban pemberat ini.

9. Peresmian pemakaian jembatan dilakukan pada tahun 1965 tepatnya pada tanggal 30 September 1965 Oleh Letjend Ahmad Yani ( sore hari Pak Yani Pulang dan subuh 1 Oktober 65 menjadi Korban Gestok)

10. Uyung baru sekali ke sana... (fakta paling penting.. dan paling narsis..)

27 September 2009

beberapa kampus negeri di Indonesia... (postingan ke-6)


foto-foto yang saya tampilkan pada postingan ini tanpa sengaja lokasinya di FISIP semua.. hehe.. FISIP geeto loh... hoho..
sebagai alumni dari salah satu perguruan tinggi terbaik Indonesia yang berlokasi d kota Depok, maka saya akan bercerita tentang Universitas Indonesia terlebih dahulu... hoho...
Kampus UI Depok terletak di kota Depok.. (ya iya lah!!!) Awalnya UI berada di tengah kota (Salemba & Rawamangun) lalu pada tahun '80an sebagian besar Fakultas dipindahkan ke Depok...
memasuki UI Depok suasana segarnya hutan sangat terasa.. ditambah segarnya pemandangan situ-situ (danau-danau) yang bertebaran di tengah2 kampus... Adapun mengenai kampus FISIP, saya masih ingat bahwa WC paling nyaman adalah di gedung E...

Sekarang mari kita beralih ke UNIVERSITAS HASANUDDIN, Makassar.. Pertama kali masuk dan melihat Unhas, maka yang pertama terlintas adalah: mirip UI!! mulai dari adanya danau.. adanya hutan.. Rektorat yang dekat dengan Masjid.. dekat pula dengan baruga (kalau di UI balairung).. dan bentuk melingkar yang sangat mirip UI di mana Fakultas-Fakultas menyebar, namun terhubung dalam satu jalan yang memutar sehingga kita dapat melewati semua Fakultas dalam satu kali perjalanan... Bedanya kalau di UI ada Bis Kuning (Bikun), kalau di Unhas adanya pete-pete.. hehe...

Kampus lainnya yang saya kunjungi adalah UNIVERSITAS AIRLANGGA, Surabaya...
Unair kontras sekali dengan UI dan Unhas karena miskin sekali pohon!! Maklum.. Di tengah2 kota.. saya sampai heran sendiri kok kampusnya tidak terletak di luar kota saja sehingga bisa lebih luas dan lebih nyaman.. aura kampusnya jadi gak berasa gitu deh.. saya sampai bertanya kepada dua orang gatekeeper yang mengantar saya (dua2nya alumni unair) 'ini kampus nih..?! kok kayak gedung biasa aja ya..?!' hoho.. maaf ya para alumni Unair.. Piss... Yang pasti jarak antar Fakultas deket banget.. Kalo ada yang batuk di FH, mungkin akan kedengeran di FISIP.. (lebay..) atau bisa jadi aura kampus tidak saya jumpai karena saat saya berkunjung ke unair, tidak banyak mahasiswa yang datang (sudah sore).. Namun jika dibandingkan dengan kampus2 tengah kota sepeti UI Salemba dan UNJ, gedung2 di Unair sudah lumayan modern lah.. gak jadul peninggalan Belanda.. hoho...


kampus negeri yang lain ^^

26 September 2009

berpose di depan Suro dan Boyo..


Suro adalah salah satu nama bulan dalam kalender Jawa.. Namun yang dimaksud dengan Suro dalam sejarah penamaan Surabaya adalah Ikan Hiu.. Sedangkan Boyo adalah istri.. ups.. itu bojo.. hoho.. Boyo means Buaya.. Jadi Suro-Boyo: Pertarungan buaya di malam satu suro.. halah.. sudahlah.. artikan sendiri.. atau tanya mbah google..

Nah..!! Pada suatu hari.. ada kesempatan langka saya berfoto di depan logo kota Surabaya ini.. horeeeee.... Logo kota ini berada di depan Kebun Binatang Gembira Loka.. Sayang sekali saya belum sempat masuk kebun binatang tersebut.. cuma nongkrong di depannya saja.. hiks..

Surabaya merupakan kota terbesar kedua se-Indonesia, setelah Jakarta tentunya.. Pemerintah kota pada suatu waktu juga membangun patung yang dimirip-miripkan dengan patung bersejarah ini.. Patung tersebut terletak di sisi Kali Mas yang dahulu merupakan pintu gerbang Kerajaan Majapahit.. Well, saya lihat patung baru tersebut lebih kurus dari pendahulunya.. dan tetap saja saya lebih suka tampilan patung yang lama.. Jadi.. Kembali saya tampilkan foto saya di depan patung unik tersebut.. huhu..

Bermalam di Ujung Genteng



Saat itu bulan puasa.. saat itu saya ngobrol dengan Arif, sahabat saya sejak SMP terkait kegiatan mengisi liburan.. tiba2 tercetuslah ide: 'Ujung Genteng!!'.. Yasudah.. malamnya kami browsing internet, sambil cari2 rekan lainnya untuk partner patungan bensin.. dan besoknya setelah sahur dan solat subuh, kami dan 5 rekan lainnya sudah dalam perjalanan menuju Ujung Genteng..

Ujung Genteng adalah daerah pantai berpasir putih di mana kita bisa melihat sunset sekaligus sunrise dari lokasi yang sama, Ujung Genteng.. selain itu Ujung Genteng terkenal dengan tempat penangkaran Penyu Hijau (Chelonia Mydas) karena memang penyu jenis tersebut hanya berminat untuk menyimpan telurnya di salah satu sisi pantai Ujung Genteng..

Perjalanan dari Jakarta sekitar 7-8 jam dengan kecepatan standar.. melewati banyak perkebunan, mulai dari teh, sawit, karet, cabai, dan lain-lain.. ditambah kondisi jalannya yang naik turun membuat kami tidak perlu mengebut.. cukup kecepatan santai sambil membuka jendela dan menghirup udara segar.. sampai di sana langsung terbentang pemandangan yang sungguh indah.. sungguh perawan.. dan sepi.. (kebetulan saat itu hari Senin).. jadi berasa memiliki pantai pribadi...

Sorenya kita bisa melihat sunrise.. eh.. sunset di depan penginapan yang cukup banyak bertebaran di sana dengan harga lumayan.. Malam harinya kita bisa melihat Penyu Hijau bertelur di lokasi sekitar penangkaran.. biasanya ramai pada saat musih hujan seperti November dan Desember.. namun untuk hari2 biasa pun cukup banyak penyu yang bertandang.. Paginya kita bisa melihat sunrise dan berenang2 di pantai sebelum airnya surut.. hoho.. menyenangkan lah... selain itu bagi yang ingin beli oleh2, bisa menawar2 ikan dan cumi yang dijual di pelelangan setempat.. besar-besar.. bahkan saya melihat ikan pari ukuran cukup besar!! dan memegangnya..!! (mulai norak..)

Secara harga memang ke Ujung Genteng cukup mahal.. maklum.. jauh dari kota.. akses transport tidak terlalu ramai.. namun dengan keindahan yang ditawarkan, Ujung Genteng sangat layak untuk dikunjungi.. lagi.. dan lagi... btw, foto2 di blog ini mungkin mengesankan pantainya biasa saja.. namun ini karena efek kamera ponsel saya yang memang berteknologi sangat konservatif.. mohon doa agar bisa membeli kamera yang lebih bagus.. hoho..
terakhir.. saya pamerkan foto saya yang sedang memegang tukik (anak penyu)..

mengunjungi Kabupaten Pangkajene & Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan





Kabupaten Pangkep terkesan kaya dengan banyaknya pembangunan tempat2 wisata dan gedung pemerintahan secara megah.. sudah terlihat sejak kita memasuki pusat pemerintahan.. Gedung Bupati, Pengadilan Negeri, Masjid Raya, dan Lapangan (semacam alun2) tertata dengan cukup kokoh.. mungkin karena efek Semen Tonasa yang beroperasi di Kabupaten ini..
Secara sejarah, Kabupaten Pangkep merupakan bekas pusat kerajaan Siang yang di masa lalu terkenal dengan kejayaan maritimnya..

Pangkep bisa ditempuh selama sekitar 1 jam dari kota Makassar. Jika supirnya ahli, mungkin bisa hanya dalam 40 menit.. kebetulan saat ini jalan rayanya sudah bagus dan cukup lancar dilalui kendaraan lintas Sulawesi Selatan.. Dari Makassar kita melewati kabupaten Maros sebelum akhirnya sampai di tempat yang dituju..

Dalam petualangan di Pangkep ini, kami 9 orang melarikan diri dari aktivitas diklat di Makassar dengan menyewa sebuah Avanza.. Mengapa harus Pangkep..? karena saat itu kami mendengar kabar adanya semacam Water Boom di sana dengan nama yang cukup menarik.. yaitu DUFAN.. hahaha...

Ternyata Dufan di sini berbeda dengan Dufan di Ancol.. Karena ejaannya memakai huruf Y untuk kata fantasy-nya.. halah halah...
Nama lengkapnya adalah 'Taman Rekreasi Sehat Dufan Mattampa Bungaro'.. Bungaro adalah nama kecamatan tempat objek wisata ini berada..

Apa saja yang ada di Taman Rekreasi ini..? wuah.. lumayan lah untuk ukuran Sulawesi Selatan.. Lumayan banget!! tapi jangan dibandingkan dengan Dufan di Ancol ya.. Beda jauh..!!
Di sini ada Kolam Renang yang cukup meriah.. dengan perosotan yang bertingkat-tingkat, luasnya sesuai standar olympic, dan wahana kolam renang yang sangat menghibur.. sangat menyenangkan bagi kami peserta diklat yang terkurung di Makassar berbulan-bulan.. hehe..

Selain itu ada juga gua-gua karst yang menarik untuk dijadikan tempat foto-foto.. di komplek rekreasi ini pun terdapat museum karst..

Well.. pada intinya mengunjungi Pangkep bukan suatu keharusan jika hanya ingin berenang saja.. di Jakarta juga bisa.. Namun jika ingin berenang dikelilingi alam pegunungan dan karst yang indah, cobalah bermain-main di sini.. terutama jika obyek2 wisata di Makassar sudah habis kalian taklukkan..

25 September 2009

Keliling Sidoarjo....


hehe.. saya mau cerita pengalaman pas di Sidoarjo..
Ketika pertama kali menginjakkan kaki di bandara Juanda, sebenarnya secara geografis saya sudah berada di Kabupaten Sidoarjo, namun secara administrasi masuk ke Kota Surabaya... maklum, kedua wilayah ini memang bertetangga.. Bagaikan Jakarta dengan Tangerang lah.. Ibarat Jakarta dengan Depok.. dan bisa diumpamakan Jakarta dengan Bekasi.. Bedanya, dan hebatnya (biasa aja sih sebenernya!) Sidoarjo tuh punya plat nomor kendaraan bermotor sendiri lho.. Which is: 'W' yang sangat dibanggakan oleh penghuni kabupaten ini..

Sidoarjo saat ini sangat terkenal dengan lumpur Lapindo-nya.. Kasihan.. Padahal kabupaten yang cukup luas ini punya beberapa produk unggulan.. Di antaranya adalah ikan bandeng dan udang yang menjadi logo kota (saya beli bandeng fresto untuk oleh2).. selain itu juga ada sentra kerajinan kulit di daerah Tanggul Angin yang terkenal bikin tas-tas bermutu (Ayah saya pun tau!!).. tidak lupa dengan sajian kulinernya Kupang Lontong, Sate Kerang, Bandeng Fresto ataupun Asap, Kerupuk udang, dan lain-lain (saya tidak mencicipi sama sekali makanan2 tersebut.. hehe)... saking banyaknya sajian kuliner dari hasil laut beserta cocolannya, Sidoarjo pun terkenal dengan nama 'Kota Petis'.. Mungkin karena petisnya seksi sekali.. halah.. itu betis..

Secara sejarah, Sidoarjo dahulu dikenal sebagai pusat kerajaan Janggala.. mungkin itulah sebabnya terdapat Museum Mpu Tantular di daerah ini.. Namun sayang sekali saya tidak sempat mengunjungi museum ini karena satu dan lain hal.. padahal saya sangat berminat untuk mengunjunginya.. hiks.. hiks..
oiya, Kabupaten ini juga mempunyai stadion Gelora Delta yang menjadi markasnya klub Deltras Sidoarjo dan pernah dipakai untuk pembukaan PON XV Jawa Timur 2002..

Saya melihat ada cukup banyak pabrik di sini.. Artinya industrinya cukup berkembang.. selain itu masih banyak pula lahan pertanian di beberapa daerah.. dan saya melihat banyak sekali perumahan di Sidoarjo.. membuat saya teringat kawasan Depok dan Bekasi.. hihi..
Btw, saya mampir ke rumah rekan kerja saya satu instansi, yaitu Mas Edwin yang saat ini aktif dinas di Ternate.. Kebetulan saat itu beliau sedang ada di rumahnya di daerah Wonoayu dalam rangka liburan puasa dan lebaran... Perjalanan cukup jauh dengan kondisi berpuasa dan cuaca yang 'hangat' tidak membuat saya menyerah.. bahkan berlanjut ke rumah rekan saya yang satu lagi, yaitu mas Nugie yang saat ini aktif dinas di Jambi.. Perjalanan justru terasa menyenangkan dan berkesan karena ditemani oleh pendamping dan penunjuk jalan yang sangat manis.. yang rela menemani saya selama mengunjungi Sidoarjo dan Surabaya... huhu.. Miz u...



btw, sebagai penutup akan saya tampilkan foto saya dan mas Edwin di depan salah satu kantor kepala desa di Sidoarjo, tempat saya, mas Edwin, dan pendamping saya (yang motoin) sholat Zuhur di musola kantor desa tersebut.. hehe..

Bismillah...

kita mulai dengan Bismillah..
supaya berkah...
sesukses apapun jalan hidup kita, jika Allah tidak meridhoi, ya percuma...
Bismillah.. Ya Allah... berikan hikmah dalam setiap tulisanku..
jadikan aku dan mereka mengingat-Mu setiap membaca tulisan-tulisan pada blog ini...
amiiinnnn...